Aceh Besar, 18 April 2026 — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Aceh Besar secara resmi menggelar rapat perdana pada Sabtu (18/4). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antar guru serta menyusun arah pengembangan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di satuan pendidikan.
Rapat dibuka oleh Ketua MGMP KKA Aceh Besar dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan disiplin baru yang menuntut kesiapan guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.
MGMP diharapkan menjadi wadah kolaborasi, berbagi praktik baik, serta peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam penguasaan teknologi dan pendekatan pembelajaran inovatif.
Dalam sesi penyamaan persepsi, peserta rapat menyepakati bahwa pembelajaran KKA akan difokuskan pada penguatan logika berpikir, kemampuan pemecahan masalah (problem solving), serta pengembangan proyek nyata siswa. Pendekatan yang digunakan mengarah pada integrasi STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dan Project Based Learning (PjBL).
Hasil pemetaan kondisi menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih berada pada tahap pemula dalam bidang coding dan kecerdasan artifisial. Selain itu, ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah juga belum merata. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan dasar yang terstruktur untuk menyamakan kompetensi guru.
Sebagai tindak lanjut, rapat menyepakati sejumlah program kerja prioritas, antara lain:
* Workshop dasar coding bagi guru
* Pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran
* Penyusunan modul ajar secara kolaboratif
* Pengembangan bank soal dan proyek siswa
* Pertemuan rutin MGMP setiap bulan
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, dibentuk beberapa tim kerja yang terdiri dari Tim Pelatihan, Tim Perangkat Pembelajaran, dan Tim Evaluasi.
Sebagai agenda lanjutan, disepakati bahwa pertemuan berikutnya akan dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 dengan fokus pada pembahasan workshop serta pengenalan pembelajaran berbasis robotik.
Rapat ditutup dengan harapan seluruh program yang telah dirancang dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!