Thursday, 10 September 2026
Login
Edu Kabar Menu
Navigasi
Kategori

Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan 25 Yatim-Piatu Digelar di Masjid Darul Ulum Kemukiman Lambaro

Penulis Muhammad Ikhsan
Tanggal 25 Aug 2026
81 Views
Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan 25 Yatim-Piatu Digelar di Masjid Darul Ulum Kemukiman Lambaro

PIDIE — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H berlangsung khidmat di Masjid Darul Ulum, Kemukiman Lambaro, Selasa (25/8/2026), bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H. Kegiatan tersebut dirangkai dengan santunan kepada 25 anak yatim-piatu dari Gampong Neurok dan Gampong Lambaro.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kepedulian sosial, silaturahmi, dan semangat berbagi kepada anak-anak yatim-piatu.

Rangkaian acara dipandu oleh Tgk. Junaidi selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan shalawat yang dibawakan oleh Tgk. Baihaqi dari Sigli.

Selanjutnya, sambutan panitia disampaikan oleh Tgk. Samsul Bahri, yang akrab disapa Tgk. Ayah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan santunan yatim-piatu.

Tgk. Ayah secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan penyumbang yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk mendukung kegiatan tersebut. Dukungan tidak hanya datang dari masyarakat Gampong Neurok dan Gampong Lambaro, tetapi juga dari warga kedua gampong yang berada di perantauan.

"Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah membantu kegiatan ini. Semoga setiap harta yang disedekahkan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan panitia.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Panitia PHBI, Remaja Masjid, serta seluruh masyarakat Gampong Neurok dan Gampong Lambaro yang telah bergotong royong membantu pelaksanaan kegiatan.

Tidak hanya bantuan berupa dana dan tenaga, masyarakat juga turut berpartisipasi dengan menitipkan nasi atau khanduri kepada panitia untuk dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

"Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan para donatur dan seluruh masyarakat yang telah membantu dengan pahala yang berlipat ganda, memberikan keberkahan pada rezekinya, kesehatan, keselamatan, serta memudahkan segala urusannya. Semoga kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus terjaga," lanjutnya.

Santunan untuk 25 Anak Yatim-Piatu

Setelah sambutan panitia, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Tgk. Hasan Husin, selaku Khatib Masjid Darul Ulum Kemukiman Lambaro.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan santunan kepada 25 anak yatim-piatu yang berasal dari Gampong Neurok dan Gampong Lambaro.

Santunan tersebut menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim-piatu sekaligus menghidupkan nilai-nilai sosial yang diajarkan Rasulullah SAW.

Pemberian santunan juga menjadi bagian penting dari peringatan Maulid Nabi, karena kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.

Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

Tausiah dan doa kemudian disampaikan oleh Tgk. Hamdanuddin dari Mali.

Dalam tausiyahnya, Tgk. Hamdanuddin mengajak masyarakat untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya meneladani sifat Rasulullah SAW, di antaranya siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan bermasyarakat.

Syiar Maulid juga dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif, seperti membaca Al-Qur'an, memperbanyak shalawat, mendengarkan tausiah, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa. Dalam doa tersebut, masyarakat memohon kepada Allah SWT agar seluruh amal, bantuan, dan pengorbanan yang diberikan untuk kegiatan Maulid dan santunan yatim-piatu diterima sebagai amal saleh.

Masyarakat juga mendoakan para donatur dan seluruh pihak yang telah berkontribusi agar senantiasa diberikan keberkahan rezeki, kesehatan, keselamatan, ketenteraman, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Setelah doa, seluruh peserta menikmati makan bersama atau khanduri yang telah disiapkan oleh masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Darul Ulum tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menghadirkan pesan penting tentang persaudaraan, kepedulian sosial, gotong royong, dan berbagi kepada sesama.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tradisi Maulid di tengah masyarakat Aceh dapat menjadi ruang untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim-piatu.



0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tinggalkan Komentar